Rabu, 13 Januari 2016

Buah Keledang, Buah Asli Kalimantan

Kledang (Arthrocarpus lanceifolius)

Buah ini merupakan buah asli Kalimantan, pohonnya menjulang hingga mencapai 35 meter.  Pada saat musim buah, Kledang masih dapat dijumpai di pasar-pasar tradisional di kota-kota di Kalimantan.  Eksotisme buah ini memang kalah dengan ketenaran buah cempedak.  Cempedak berbau harum menyengat dan banyak penikmatnya, sementara Kledang cenderung tidak berbau tajam, namun rasanya yang manis asam menyegarkan masih menjadi daya Tarik tersendiri. Buah kledang berbentuk membulat dengan diameter dapat mencapai 20-25cm, tidak seperti keluarganya cempedak yang memanjang.  Daging buahnya berwarna putih atau kuning kemerahan (orange) dengan biji kecil didalamnya.
Buah keledang rasanya manis dan daging buahnya terpisah dari bijinya seperti nangka. Sensasi rasanya merupakan campuran antara nangka dan manggis. Warna kulit buahnya jingga kemerahan dan bentuk buahnya seperti cempedak. Buah keledang termasuk salah satu buah-buahan asli hutan Kalimantan yang tumbuh merata di seluruh daratan pulau ini.

Nama Lokal
Tumbuhan ini termasuk suku Moraceae (nangka-nangkaan), berkerabat dengan mentawa, kluwih, pintaucempedaksukunselankingbenda, dan nangka.  Nama-nama lainnya, di antaranya, kĕledang (Mly.); simar naka (Bat.); bangsal (Dy.); khanun-pa (Thai). Di Kalimantan, pohon ini dikenal dengan berbagai sebutan seperti bangsal, binturung, bunon, kayu dadak, emputu, kakian, sedah, tempunang. Juga ada yang menyebutnya kateh, keledang, kledang, paribalek, peruput, pudu, tarap hutan, katebung, tiwadak banyu, dan lain-lain.
Habitus
Pohon berukuran sedang; tinggi mencapai 36 m dengan batang lurus; batang bebas cabang bisa mencapai 25 m dan gemang batang hingga 275 cm.  Pohon ini terdapat banir namun pendek di atas permukaan tanah Pepagan halus, kelabu-pucat sampai hampir hitam, bagian dalamnya cokelat kekuningan; dengan getah berwarna putih pucat, kental.
Ranting-ranting tebalnya 6-8 mm, berambut atau gundul. Daun penumpu membungkus ujung ranting, 1,5-4,5 cm, berambut pendek, meninggalkan bekas luka bentuk cincin di ranting. Daun-daun kaku menjangat, bundar telur lanset hingga bundar telur jorong, 10-35 × 5–20 cm; gundul di kedua sisi; ujungnya membundar hingga runcing berekor, ekor hingga 12 mm; bertepi rata hingga menggelombang; pangkalnya menyempit, agak tak simetris; bertangkai 1–3 cm, gundul, beralur dangkal atau dalam di sisi atas. Daun pada anak pohon berbeda bentuk, berbagi atau bercangap.
Bunga terletak dalam bongkol di ketiak, Bunga betina soliter dan yang jantan berpasangan. Bongkol jantan bentuk gelendong atau serupa jari, 30-60 × 12–18 mm, halus; bertangkai 25–70 mm. Buah semu (syncarp) cokelat zaitun hingga coklat berangan kusam; membulat, lk. 8 × 7 cm, tertutup oleh tonjolan-tonjolan serupa duri pendek yang tumpul; bertangkai 4 cm. Biji-biji elipsoid, 12-15 × 8 mm, terbungkus ‘daging buah’ berwarna putih atau jingga terang.
Penyebaran
Keledang menyebar mulai dari ThailandSemenanjung MalayaSumateraBangkaKepulauan Lingga dan Riau, dan Borneo. Ada dua anak jenisnya, yakni A. l. lanceifolius danA. l. clementis (Merr.) Jarrett; yang terakhir ini endemik di Borneo bagian timur laut. Umumnya ditemukan di hutan hujan tropika dataran rendah dan perbukitan hingga ketinggian 600(-1100) m dpl.
Manfaat
Kayu Kledang (A. Lanceifolius) termasuk kayu yang tergolong berat (densitasnya pada kadar air 15% antara 510 – 855 kg/m3).  Oleh masyarakat sekitar hutan Kalimantan sering kali dimanfaatkan untuk konstruksi berat, bahan furnitur rumah tangga, pembuatan perahu, , peti mati, dan lain-lain. Tumbuhan ini juga menghasilkan bahan pewarna, dan buahnya dapat dimakan.
A. lanceifolius merupakan sumber metabolit sekunder turunan fenol, terutama golongan flavonoid, yang kemungkinan dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan karena bersifat sitotoksik. Beberapa senyawa flavonoid terprenilasi yang baru, di antaranya jenis-jenis dari kelompok artoindonesianin, telah berhasil diisolasi dari pepagan dan kayu keledang.
Klasifikasi
Kingdom           : Plantae (planta, plantes, plants, vegetal)
Sub-kingdom    : Tracheobionta (vascular plants)
Super-division   : Spermatophyta
Division             : Magnoliophyta (angiosperms, flowering plants, phanerogames)
Sub-division      : Angeospermae
Class                  : Magnoliopsida (dicots, dicotyledones, dicotyledons)
Sub-class           : Hamamelididae
Order                 : Urticales Family : Moraceae
Genus                : Artocarpus

Species              : Artocarpus lanceifolius Roxb. 

3 komentar:

  1. Klo ada buahnya mau pesan satu kledang merah butuh cepat buat obat, boleh hub ke email naadewi@gmail.com

    BalasHapus
  2. Saya lagi mencari bibit buah keledang, apa mas Budi bisa bantu???

    BalasHapus